Raja diri adalah hati

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Assalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh….

Sugeng dalu sederek sedoyo…hehehe..
bagemana puasa pertama anda..
Lancar kah…????? Pastinya donk….!!!
Masa puasa pertama dah KO….hehe..

Malam ini kami mau berbagi lagi..
Maukah teman2 membacanya..????
Kalo mau silahkan di lanjut….🙂

hati.jpg

Jagalah raja di dalam diri kita

Karena ia adalah harta

Jagalah raja di dalam diri kita

Karena ia sumber bahagia

Raja diri itulah hati kita

Ia senantiasa mesti dijaga

Tangan kaki dan mata itu tentaranya

Ia bekerja mengikut raja

Selamatnya raja selamat diri kita

Bahagia raja bahagianya kita

Deritanya raja derita kita jua

Peranan raja penting untuk kita

( Hawari )

Sahabat fillah…

Peran dan kedudukan hati atas anggota tubuh lainnya amatlah penting. Ia ibarat raja yang berkuasa penuh mengatur rakyatnya.
Kalau sang raja baik maka ia akan memerintah rakyat dan anak buahnya untuk bergerak ke arah yang baik, demikian pula sebaliknya.

Pantaslah kalau Rasulullah bersabda :

“Ingatlah, dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Bila ia baik, akan baiklah seluruh tubuh. Akan tetapi, bila ia rusak, maka akan rusak pula tubuh itu seluruhnya.Segumpal daging itu adalah hati.(HR.Bukhari-Muslim).

Islam membagi hati menjadi tiga bagian yaitu: hati yang sehat( bersih), hati yang sakit dan hati yang mati.

♥ Hati yang Sehat( bersih ), hati yang baik yang selalu mengingat Allah, keterangan menyusul

♥ Hati yang sakit yakni senantiasa gundah, resah, gelisah, waswas, takut dan bingung. Dalam beribadah kadang semangat kadang pula malas.

♥ Hati yang mati,yakni hati yang keras laksana batu granit, jauh dari hidayah dan sulit menerima nasehat kebenaran dari siapapun dan ia gemar berbuat zhalim terhadap sesama. Ia sering merasa diri paling benar.
Allah menggambarkan

” mereka tuli, bisu,buta, maka tidaklah mereka kembali ke jalan yang benar ( QS. Al-Baqarah :18)

Apakah gerangan yang menyebabkan hati
menjadi tidak sehat???

(‘1’). Lemahnya akhlak, sering meremehkan dosa kecil sehingga lambat laun tidak menyesal melakukan dosa besar.

(‘2’). Tidak adanya kehati-hatian, selalu memandang remeh perkara subhat.

(‘3’). Terlena dengan kehidupan dunia, ia lupa akan kehidupan akhirat sehingga lalai dari mempersiapkan bekal amal ibadah menuju ke sana.

(‘4’). Takut sengsara, sehingga dalam kehidupan menghalalkan segala cara.

(‘5’). Kepekaan yang berlebihan, sehingga mudah marah, tersinggung dan buruk sangka.

(‘6’). Menyia-nyiakan waktu, ia sering menunda-nunda kebaikan karena merasa masih banyak waktu yang tersisa.

Lalu bagaimanakah mengobati hati yang
sakit???…

Hati yang mati sulit untuk disembuhkan kecuali atas izin Allah. Adapun hati yang sakit bisa disembuhkan jika kita berusaha mencari obatnya, yakni:

1. Qiyamul lail ( shalat malam) Allah akan memberi kemudahan jalan keluar dalam segala urusan jika rajin mendirikan Qiyamul lail.

2. Membaca Al-Qur’an Membaca Al-Qur’an, menghayati dan mengamalkan isinya, sehingga ketentraman jiwa akan kita dapat. Al-Qur’an merupakan obat bagi segala penyakit hati.

3. Dzikrullah( selalu mengingat Allah)Dzikir mencakup lisan dan perbuatan. Dengan lisan yaitu senantiasa melafalkan kalimat toyibah atau kata-kata yang baik seperti subhanallah, alhamdulillah, astaghfirullah dan lain-lain.
Dengan perbuatan misalnya selalu terdorong untuk menolong orang lain, menyingkirkan duri di jalan, menjaga kebersihan dan perbuatan baik lainnya.

4.Memperbanyak amalan sunnah setelah amalan wajib. Ini akan memberi nilai tambah terhadap upaya kita mendekatkan diri kepada Allah.

5. Sabar Makna sabar bukanlah diam berpangku tangan menyerah pada nasib,
tapi berusaha berjuang keras tanpa henti dan tanpa putus asa sambil tetap bertawakkal pada Allah. Seseorang yang sabar tetap hidup sejahtera walau krisis mendera karena ketekunan orang yang sabar akan menghantarkannya pada kehidupan yang layak.

6. Taubat Bertaubat yang sesungguhnya dari segala dosa dengan bertekad tidak akan mengulangi lagi kesalahan atau dosa yang sama.

Sahabat fillah..

Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari berbagai penyakit hati, sesungguhnya hanya kepada-Nya kita bertawakkal dan hanya kepada-Nya kita kembali.

(¯`*•.¸♥☆Sumber: Tazkiah an Nafs
dan sumber lainnya…. menata ahlaq menuju ridhoNYA

Semoga postingan bisa memberikan sedikit manfaat pada kita semua amiiin…..

Baca juga artikel di bawah ini

Dikirim menggunakan Wordmobi

20 Comments

silahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s