Larangan Menjatuhkan VonisKafir (Takfir) Secara Membabibuta

assalamualaikum.jpg

Sehabis subuh yang dingin dan sejuk ini, semoga kita semua masih dalam rahmat ALLAH swt..
pada kesempatan ini aq mau share lagi dengan tema yang tidak jauh dari postingan2 sebelumnya.

Wahai sahabatku semua
Banyak orang keliru dalam memahami substansi faktor-faktor yang membuat
seseorang keluar dari Islam dan divonis kafir. Anda akan menyaksikan mereka segera memvonis kafir seseorang hanya karena ia memiliki pandangan berbeda.

Vonis yang tergesa-gesa ini bisa membuat jumlah penduduk muslim di dunia tinggal sedikit.
Kami karena husnuddzon, berusaha memaklumi tindakan tersebut serta berfikir barangkali niat mereka baik. Dorongan kewajiban mempraktekkan amar ma ’ruf nahi munkar, mungkin mendasari tindakan mereka.

Sayangnya, mereka lupa bahwa kewajiban mempraktekkan amar ma ’ruf nahi munkar harus dilakukan dengan cara-cara yang bijak dan tutur kata yang baik ( bil hikmah wal mau ’idzoh al – hasanah ).

Jika kondisi memaksa untuk melakukan perdebatan maka hal ini harus dilakukan dengan metode yang paling baik sebagaimana disebutkan dalam QS.
Al-Nahl : 125, yang artinya:

“ Serulah ( manusia ) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah
mereka dengan cara yang baik ”.

Praktek amar ma’ruf nahi munkar dengan cara yang baik ini perlu dikembangkan karena lebih efektif untuk menggapai hasil yang diharapkan. Menggunakan cara yang negatif dalam melakukan amar ma ’ruf nahi munkar adalah tindakan yang salah.

Jika Anda mengajak seorang muslim yang sudah taat mengerjakan sholat,melaksakan kewajiban-kewajiban
yang ditetapkan Allah, menjauhi hal-
hal yang diharamkan-Nya,
menyebarkan dakwah, mendirikan
masjid, dan menegakkan syi’ar-
syi’ar-Nya untuk melakukan sesuatu
yang Anda nilai benar sedangkan dia memiliki penilaian berbeda dan para ulama sendiri sejak dulu berbeda
pendapat dalam persoalan tersebut
kemudian dia tidak mengikuti ajakanmu lalu kamu menilainya kafir
hanya karena berbeda pandangan
denganmu maka sungguh kamu telah
melakukan kesalahan besar yang Allah
melarang kamu untuk melakukannya
dan menyuruhmu untuk menggunakan
cara yang bijak dan tutur kata yang
baik.

Al-Allamah Al-Imam Al-Sayyid Ahmad Masyhur Al-Haddad
mengatakan,
“ Telah ada konsensus ulama untuk melarang memvonis kufur ahlul qiblat (ummat Islam ) kecuali akibat dari tindakan yang mengandung unsur meniadakan eksistensi Allah, kemusyrikan yang nyata yang tidak mungkin ditafsirkan lain, mengingkari kenabian, prinsip-prinsip ajaran agama Islam yang harus diketahui ummat Islam tanpa pandang bulu (Ma ‘ulima minaddin bidldloruroh), mengingkari ajaran yang dikategorikan mutawatir atau yang telah mendapat konsensus ulama dan wajib diketahui semua ummat Islam tanpa pandang bulu.

Ajaran-ajaran yang dikategorikan
wajib diketahui semua ummat Islam(Ma ‘lumun minaddin bidldloruroh)seperti masalah keesaan Allah, kenabian, diakhirinya kerasulan dengan Nabi Muhammad SAW, kebangkitan di hari akhir, hisab (perhitungan amal), balasan, sorga dan neraka bisa mengakibatkan kekafiran orang yang mengingkarinya dan tidak ada toleransi bagi siapapun ummat Islam yang tidak mengetahuinya kecuali orang yang baru masuk Islam maka ia diberi toleransi sampai mempelajarinya kemudian sesudahnya
tidak ada toleransi lagi.

Mutawatir adalah hadits yang
diriwayatkan sekelompok perawi yang
mustahil melakukan kebohongan
kolektif dan diperoleh dari sekelompok
perawi yang sama. Kemutawatir bisa
dipandang dari :
1. Aspek isnad seperti hadits :
ﻣﻦ ﻛﺬﺏ ﻋﻠﻲّ ﻣﻌﺘﻤﺪﺍ ﻓﻠﻴﺘﺒﻮﺍ ﻣﻘﻌﺪﻩ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ
” Barangsiapa berbohong atas namaku maka carilah tempatnya di neraka.”

2. Aspek tingkatan kelompok perawi
seperti kemutawatiran Al-Qur ’an
yang kemutawatirannya terjadi di
muka bumi ini dari wilayah barat dan
timur dari aspek kajian, pembacaan, dan penghafalan serta ditransfer dari kelompok perawi satu kepada kelompok lain dari berbagai tingkatannya sehingga
ia tidak membutuhkan isnad.

Kemutawatiran ada juga yang dikategorikan mutawatir dari aspek praktikal dan turun-temurun (tawuturu ‘amalin wa tawarutsin)
seperti praktik atas sesuatu hal sejak
zaman Nabi sampai sekarang, atau mutawatir dari aspek informasi (Tawaturu ‘ilmin) seperti kemutawatiran mu’jizat-mu’jizat.

Karena mu’jizat-mu’jizat itu meskipun satu persatunya malah sebagian ada yang dikategorikan hadits ahad namun benang merah dari semua
mu ’jizat tersebut mutlak mutawatir dalam pengetahuan setiap muslim.

Memvonis kufur seorang muslim di luar konteks di muka adalah tindakan fatal. Dalam sebuah hadits disebutkan :
ﺇﺫﺍ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻷﺧﻴﻪ ﻳﺎ ﻛﺎﻓﺮ ﻓﻘﺪ ﺑﺎﺀ ﺑﻬﺎ
ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ.‎)‎ ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ
ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ )

” Jika seorang laki-laki berkata kepada saudara muslimnya ”Hai kafir !” maka vonis kufur telah jatuh pada
salah satu dari keduanya. ” ( H.R.Bukhari dr Abu Hurairah R.A )

Vonis kufur tidak boleh dijatuhkan
kecuali oleh orang yang mengetahui
seluk-beluk keluar masuknya seseorang dalam lingkaran kufur dan batasan-batasan yang memisahkan antara kufur dan iman dalam hukum syari’at Islam.

Tidak diperkenankan bagi siapapun memasuki wilayah ini dan menjatuhkan vonis kufur berdasarkan prasangka dan dugaan tanpa kehati-hatian, kepastian dan informasi akurat.

Jika vonis kufur dilakukan dengan sembarangan maka akan kacau dan mengakibatkan penduduk muslim yang berada di dunia ini hanya tinggal segelintir.

Demikian pula, tidak diperbolehkan menjatuhkan vonis kufur terhadap tindakan-tindakan maksiat sepanjang keimanan dan pengakuan terhadap
syahadatain tetap terpelihara.
Dalam sebuah hadits dari Anas RA,
Rasulullah SAW bersabda :
ﺛﻼﺙ ﻣﻦ ﺃﺻﻞ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ : ﺍﻟﻜﻒ ﻋﻤﻦ ﻗﺎﻝ : ﻻ ﺇﻟﻪ
ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻧﻜﻔﺮﻩ ﺑﺬﻧﺐ ﻭﻻ ﻧﺨﺮﺟﻪ ﻋﻦ ﺍﻹﺳﻼﻡ
ﺑﺎﻟﻌﻤﻞ , ﻭﺍﻟﺠﻬﺎﺩ ﻣﺎﺽ ﻣﻨﺬ ﺑﻌﺜﻨﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻟﻰ ﺃﻥ
ﻳﻘﺎﺗﻞ ﺁﺧﺮ ﺃﻣﺘﻲ ﺍﻟﺪﺟﺎﻝ ﻻ ﻳﺒﻄﻠﻪ ﺟﻮﺭ ﺟﺎﺋﺮ
ﻭﻻ ﻋﺪﻝ ﻋﺎﺩﻝ ﻭﺍﻷﻗﺪﺍﺭ.) ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ )

“Tiga hal merupakan pokok iman ; menahan diri dari orang yang
menyatakan Tiada Tuhan kecuali Allah. Tidak memvonis kafir akibat dosa dan tidak mengeluarkannya dari agama Islam akibat perbuatan dosa ; Jihad berlangsung terus semenjak Allah mengutusku sampai akhir ummatku memerangi Dajjal. Jihad tidak bisa dihapus oleh kelaliman orang yang lalim dan keadilan orang yang adil ; dan meyakini kebenaran takdir ”.

Imam Al-Haramain pernah berkata,
“ Jika ditanyakan kepadaku : Tolong jelaskan dengan detail ungkapan-ungkapan yang menyebabkan kufur dan tidak ”.
Maka saya akan menjawab,” Pertanyaan ini adalah harapan yang bukan pada tempatnya. Karena penjelasan secara detail persoalan ini membutuhkan argumentasi mendalam dan proses rumit yang digali dari dasar-dasar ilmu Tauhid. Siapapun yang tidak di karunia puncak-puncak hakikat. maka ia akan gagal meraih bukti-bukti kuat menyangkut dalil-dalil pengkafiran ”.

Berangkat dari paparan di muka kami ingatkan untuk menjauhi pengkafiran secara membabi buta di luar point-point yang telah dijelaskan di atas. Karena tindakan pengkafiran bisa berakibat
sangat fatal.

Hanya Allah yang memberi petunjuk
ke jalan yang lurus dan hanya kepada-Nya lah tempat kembali.

Semoga postingan kali ini ada sedikit bermanfaat bagi kita semua…amiiin.

jika ada suatu kata atau kalimat yang kurang jelas, atau teman2 kurang faham mengenai tulisan di atas, kami persilahkan untuk bertanya lewat coment di bawah.
Insya allah akan saya jelaskan, dan jika aku belom mampu, maka akan ada ustadz yang akan menjelaskanya.

from: kembang anggrek

9 Comments

silahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s