renungan tahun baru hijriyah 1434

Bismillahirrohmanirrohim…
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh..

Alhamdulillah pada tahun ini kita masih di beri kesempatan oleh Allah swt untuk bisa hidup dan bisa meruba diri kita dari jelek menjadi baik di hadapan Allah swt.
renungan-kehidupan.jpg

Di beri kesempatannnya kita oleh Allah hidup pada tahun yang ke 1434 hijriah merupkan
kesempatan bagi kita untuk bertobat.

Masih bisanya kita menghirup oksigen bertanda kita masih bisa bertobat dari segala macam dosa yang kita lakukan dulu. Dan pasti tobat kita akan di terima oleh Allah swt.

Hal ini di jelaskan oleh Rasulullah saw,

Sesungguhnya Allah tetap menerima tobat seorang hamba-Nya selama ruh (nyawanya) belum sampai di tenggorokan (hampir
mati).

(HR. At-Tirmidzi)

Oleh karena nya kita harus bersegera mungkin untuk bertobat sebelum nyawa yang di berikan Allah swt kepada kita di ambil lagi. Kita pun harus segera bertobat karena pada saat ini kiamat belum terjadi. Karena apabila kiamat akan terjadi kemudian kita bertobat niscaya tobat kita tidak akan di terima. Hal ini di jelaskan oleh baginda Rasulullah saw dalam sabdanya,

Siapa yang bertobat sebelum matahari terbit dari barat, maka Allah akan menerima tobat dan memaafkannya.

(HR.Muslim)

Pada tahun yang baru ini kita mesti merubah diri kita menjadi baru lagi, Kita harus merubah diri kita yang baik menjadi lebih baik lagi kemudian merubah sikap buruk kita menjadi sikap baik dan terus di tingkatkan pada waktu ke waktu.

Tahun ini adalah tahun yang ke 1434 H setelah Nabi Muhammad saw berhijrah dari Mekkah menuju Madinah.
Mengapa penanggalan Islam di awali pada saat Nabi Muhammad saw hijrah dari Mekkah menuju Madinah??
Karena pada saat itu Nabi Muhammad saw hijrah bukan hanya badan dan harta yang di
bawanya saja, melainkan sikap dan perilaku yang ikut berhijrah. Sikap yang baik di lanjutkan kemudian sikap yang buruk hijrah (berubah) menjadi sikap baik.

Banyak hikmah di balik hijrah nya Nabi Muhammad saw dari Mekkah menuju Madinah. Di antaranya adalah untuk mengetahui siapa yang benar-benar setia dengan Islam
yang notabene adalah agama yang mereka pilih. Barang siapa yang tidak ikut berhijrah dengan Rasulullah saw menuju Madinah
tanpa alasan yang masuk akal maka dia telah mengkhianati Rasulullah saw.

Pada saat hijrah semua kekayaan yang mereka kumpulkan di tinggalkan demi mematuhi perintah Rasulullah saw dan demi
menyelamatkan agamanya.
Mungkin karena itu ada sebagian pengikut Nabi Muhammad saw yang tidak ikut berhijrah.
Allah swt berfirman,

Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri (orang yang tidak mau hijrah), (kepada mereka) malaikat bertanya: ‘Dalam keadaan bagaimana kamu ini?’. Mereka menjawab: ‘Adakah kami orng-orang yang tertindas di negeri (Makkah).’ Para malaikar berkata: ‘Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?.’ Orang-orang itu tempatnya neraka jahannam dan jahannam itu tempat kembali kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki
atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah). Mereka itu mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah Maha pemaaf lagi maha pengampun.

Ayat di atas menjeaskan bahwa bagi orang yang tidak berhijrah meskipun mereka itu mampu dan kuat untuk berhijrah maha tempatnya berada di Neraka. Oleh karena itu terlihat jelaslah mana umat Rasulullah saw dan mana yang palsu.

Namun, bagi orang yang ikut berhijrah pun belum tentu mendapatkan pahala dari Allah dan Rasul-nya. Di antara mereka pun memiliki niat yang berbeda-beda. Hal ini di jelaskan oleh Rasulullah saw dalam sabda nya,

“Maka siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang ia cari atau perempuan yang hendak ia nikahi, maka hijrahnya pada apa yang ia hijrahi itu.”

(Bukhari no:1 dan Muslim no:5036).

Dengan demikian masih banyak rintangan yang harus orang yang berhijrah lewati sebelum mendapatkan apa yang ada di Allah dan Rasulullah saw. Begitu pun dengan kita. Orang yang memakai baju koko kemudian mamakai peci pasti belum tentu masuk surga.
Buktinya orang-orang yang hijrah saja belum tentu mendapatkan pahala.
Oleh karena iu orang-orang yang keliatan sholeh pun belum tentu masuk surga.

Marilah kita pelajari hikmah di balik hijrah yang di lakukan oleh Rasulullah saw agar kita pun bisa berhijrah dari sikap yang tidak di ridhoi oleh Allah swy menjadi sikap yang di ridhoi oleh Allah swt.

Hijrah berasal dari kata hijr/hujran yang artinya adalah menjauhi. ‘Allamah ar-Raghib al-Ashfahani menjelaskan: “Hijr/hujran adalah Seseorang meninggalkan orang lain, baik itu dengan badan, lisan, atau hati.”

Pengertian ini menjelaskan bahwa kita ini harus menjauhi segala macam hal yang dapat menjauhkan diri kita dari Allah swt. Baik itu dengan badan yaitu menjauhi nya secara fisik, lisan yaitu agar kita tidak berinteraksi dengan mereka, atau hati yaitu hati kita harus tetap terikat dengan Allah swt…

Semoga di tahun ini kita di beri kesempatan Allah untuk bertaubat dan di berikan keselamatan dan kebahagian di dunia dan di akhirat kelak. Aamiin…..

Cukup skian dari admin, jika ada kesalahan dari kami, tentunya maaf lah yang kami harapkan dari pengunjung blog ini, Semoga sedikit bermanfaat, cukup skian dari kami, wabillahi taufiq wal hidayah ma.a ridho wal inayah
wassalamualaikum. wr. wb

SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH 1434

About these ads

silahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s